Memikirkan seberapa besarnya aku mencintai Shawn. Aku sampai tidak tahu, kapan perasaanku ini hilang. Mungkin, tidak akan pernah hilang. Tapi aku tetap bersyukur, kalau Shawn adalah orang yang ku sukai.

***

Hari ini aku berangkat seperti biasanya. Mengikat rambut dan memakai beberapa gelang hitam yang melingkar di tangan kiriku. Ku lihat kantung mataku begitu hitam.

Aku mendesah, entah kapan penyakit insomniaku ini hilang. Setiap malam aku sulit untuk tidur, membuat kantung mataku begitu jelek untuk dipandang. Apalagi warnanya yang begitu hitam. Aku jadi seperti nenek sihir yang menakutkan.

Lama aku berbenah didalam kamar. Mengambil sepotong roti panggang yang sudah aku siapkan sendiri sebelum aku berangkat sekolah.

Rumah begitu sepi karna ibuku selalu berada di luar kota untuk urusan pekerjaan. Dan aku harus hidup mandiri tanpa adanya sosok ibu yang selalu membuatkanku sarapan. Tapi itu tidak terlalu penting karna aku tidak memperdulikan makanan apa yang ingin aku makan.

Hidup mandiri sudah ku jalani sejak kecil. Apalagi ayahku telah meninggalkan kami berdua sejak aku masih bayi. Entah kenapa ayahku pergi meninggalkan kami berdua.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :