“Haha…” Lihatlah bagaimana dia tertawa girang saat bercanda dengan teman sesama lelakinya. Selalu. Sebelum kami memulai pelajaran pertama, dia akan bercanda, mengobrol bersama teman-temannya di taman depan gerbang sekolah. Hal yang selalu menjadi pemandangan pertama yang ku lihat saat aku masuk sekolah.

Aku sungguh menyukai saat dia tertawa lebar, seperti orang yang tak memiliki beban hidup. Dia bebas, tenang seperti seekor burung yang terbang indah di langit luas.

Tak terasa bel tanda masuk telah berbunyi. Ku lihat Shawn dan teman-temannya telah beranjak dari kursi panjang di taman. Melangkahkan kakinya pergi ke kelas yang jaraknya tak jauh dari taman. Yah, sekolahan kami tidaklah selebar dan seluas sekolahan yang ada di kota-kota besar.

Kami hanyalah anak-anak yang tinggal di kota kecil dengan fasilitas yang sederhana. Tidak kurang, juga tidak berlebihan. Sekolah yang terdiri dari 2 lantai dengan lapangan luas yang ada di tengahnya. Ruang-ruang kelas kami berjajar mengitari lapangan yang selalu digunakan untuk berolahraga.

Saat dimana aku bisa melihat dirinya bermain bola atupun basket. Yah, dibalik sikap konyolnya. Dia akan selalu berubah menjadi sosok yang serius setiap kali bermain bola. Ataupun mengerjakan tugas dan belajar.

Bagikan :