Tak membutuhkan waktu lama sampai ku lihat dia datang bergerombol dengan teman-temannya. Duduk tepat dimeja paling depan bersama Ryo. Sahabat dekat yang telah lama berteman.

Aku menyunggingkan seulas senyum saat Shawn menyapaku. Duduk di meja yang sejajar dengannya membuatku merasa kikuk. Ini karna kami selalu melakukan rolling meja dalam seminggu sekali. Guru kami bilang, agar kami bisa sama-sama merasakan duduk di depan, tengah ataupun belakang yang mudah sekali digunakan untuk tidur oleh teman-teman kami.

Maklum saja, kami adalah anak-anak yang sedang beranjak dewasa. Mencari jati diri kami yang masih belum kami ketahui.

“Selamat pagi, anak-anak. Hari ini, Ibu ada sesuatu untuk kalian…” Serentak semuanya berteriak girang. Guru wanita kami ini sering sekali memberikan sesuatu yang membuat kami senang untuk belajar. Cara mengajarnya cukup unik hingga membuat kami tertarik untuk mengikutinya.

“Shawn. Tolong bagikan ini pada semuanya.” Sang guru nampak memberikan tumpukan lembaran ke meja Shawn. Ketua kelas yang terpilih di hari pertama kami naik ke kelas 3.

Tugas lagi. batinku dalam hati.

Bagikan :