Shawn mengambilnya. Membagikan satu-persatu lembaran kosong yang entah untuk apa. Kami masih menunggunya sampai sang guru tersenyum penuh arti kepada kami.

“Apa ini tugas tersembunyi?” Aku tertawa. Bukan hanya aku, tapi juga seluruh kelas yang mendengar ucapan Ryo barusan.

“Tidak. Hari ini, kita akan membuat sebuah puisi yang menceritakan tentang My First Love.”

Semuanya kembali bersorak ria. Aku kembali tertawa geli melihat seluruh reaksi unik yang muncul dari teman-teman lelakiku. Yah, mereka selalu kocak seperti ini. Membuatku betah berada di sekolahan, meskipun dalam keadaan belajar sekalipun.

“Dan, 3 diantara kalian yang mendapatkan nilai diatas 80. Puisi kalian akan dipajang di mading selama 1 bulan. Dan tentunya akan dimasukkan dalam majalah bulanan kita.”

Wow. Dipajang di mading dan majalah sekolah. Itu terdengar bagus. Apalagi, aku sangat suka menulis. Entah itu menulis puisi saat aku sedang sedih, ataupun menulis beberapa cerpen yang idenya tiba-tiba muncul dikepalaku.

“My First love sih ada, Bu! Apalagi yang duduknya sejajar di depan. Ehm.. Pasangan paling hot disekolahan.” Aku mendelik, menatap tajam teman lelakiku yang sempat menggoda. Astaga, ini salah satu hal yang selalu membuatku malu.

Bagikan :