Mereka selalu menggodaku sejak kelas 1. Gosip mengenai hubungan dekat Ariana dan juga shawn menyebar begitu saja tanpa adanya alasan lebih. Guru, teman, dan juga satpam sekolah. Tak ada satupun yang tak tahu gosip mengenai aku dan Shawn yang tengah berpacaran.

Sejujurnya kami tak pernah merasa jika kami ini berpacaran. Kami hanyalah teman dekat yang sama-sama suka dengan hal-hal yang berbau Jepang. Apalagi Anime, dan komik.

“Yupz! Kalau disuruh buat puisi. Ya, pastinya Riana yang mendapatkan nilai tertinggi. Apalagi Shawn, Dia kan romantis!”

“Hahaha… Romantis dari hongkong!”

Lagi-lagi seperti ini. Tawa mereka begitu puas menggodaku dan Shawn. Hingga sebuah buku tebal milikku mendarat tepat di kepala teman lelakiku.

“Diamlah, Ray! Apa kau mau ku hajar?!” Aku memekik. Memberikan tatapan tajam pada Ray, tapi dia hanya tersenyum tak menghiraukan.

“Ow, ow… Premannya sedang ngamuk. Shawn, lakukan sesuatu!” Ray kembali tertawa, di ikuti seluruh teman-temanku dan juga Shawn. Aku hanya melirik Shawn yang ikut tertawa sambil memandangiku.

Bagikan :