“Biarkan dia marah. Riana sangat manis kalau sedang seperti itu.” Aku melongo, wajahku sudah merah padam saat Shawn ikut menggodaku seperti tadi. Tak pelak membuat semuanya kembali tertawa. Kegaduhan semakin merajalela dikelas kami hingga sang Guru menghentikannya.

“Sudah, cukup bercandanya. Kita akan memulai tugas ini dari sekarang. Kalian boleh keluar kelas. Tapi tidak untuk keluar dari sekolahan. Pergi ke taman, lapangan, perpustakaan ataupun dimana saja. Agar kalian bisa mendapatkan inspirasi untuk membuat Puisi. Kalian mengerti?”

“Mengerti!!” Serentak semuanya menjawab aba-aba dari sang guru dan memulai tugas kami.

Beberapa dari kami ada yang keluar kelas, pergi ketaman secara bergerombol ataupun ke perpustakan. Entah itu dimanapun, meskipun harus pergi kebawah pohon, yang penting mereka bisa mendapatkan inspirasi untuk membuat puisi. Mengenang masa first love yang mereka rasakan dimasa lalu ataupun sekarang.

Sejenak aku melihat Shawn dan teman-temannya pergi ke belakang sekolah. Entah kenapa dia pergi kesana aku sama sekali tidak peduli. Yang terpenting, aku harus mengerjakan tugasku ini. Aku tahu tempat paling bagus yang bisa ku gunakan untuk mencari inspirasi.

Bagikan :