“Riana! Kau mau ke mana?” Aku menoleh saat dua orang teman dekatku mendatangiku. Yah, May dan juga Lisa.

“Oh, mau ke atap.” Gumanku pelan. Mau mengajak sih, tapi paling-paling mereka tidak mau.

“Hehe, kami tidak ikut deh.” Aku hanya mengangkat bahuku. Sudah ku duga mereka tidak akan ikut. Apalagi ke atap sekolah yang harus menaiki tangga yang cukup rentan untuk rapuh. Maklum, atap sekolah yang ada tangganya hanya dibagian paling sudut dikelas satu. Tempat yang sering aku kunjungi setiap pagi. Saat aku kelas satu.

“Ya sudah, aku pergi dulu. Kalau kangen, panggil namaku tiga kali.” Ucapku sambil terkekeh.

“Dasar!” Tawaku semakin lebar saat melihat Lisa dan May mencibirku.

Maklum saja, selain sifat tomboy dan penampilanku yang seperti anak lelaki. Aku juga suka sekali berhumor ria. Karna sikap lelakiku ini, semua orang sempat berfikir kalau aku ini benar-benar lelaki. Apalagi dengan rambut pendekku, dan dadaku yang sangat rata. Tidak seperti teman wanitaku yang feminin dan memiliki bentuk tubuh yang bagus.

Bagikan :