Pak Alan pun memberi kata sambutan, “Selamat siang, Bapak dan Ibu, saya selaku wakil dari bapak Michael Alexander Agneli ingin mempersilakan Bapak dan Ibu untuk mempersentasikan pemasaran atas produk-produk yang sudah ataupun baru dipasarkan dari perusahaan dan kami pun akan mempelajarinya, dan kepada perusahaan 1 yang di handle Bu Riska, silahkan anda mempersentasikannya.”

*Alicia*

Fiuuuuhhh,. Kenapa aku selalu terbayang wajah laki-laki itu si, ini kan waktunya persentasi. OMG gimana nih kalo semua yang sudah aku pelajari hilang semua karena dia.

“Lic, semangat,” kata Bu Riska dan di susul Pak Andre, “Lic jangan gugup, santai aja yah, Manis.”

“Sip…” jawabku

Dag.. dig.. dug

“Nama dari perusahaan yang di handle Bu Riska, silakan anda mempersentasikan.” Begitulah kata Pak Alan, dan aku pun maju.

Betapa kagetnya Pak Alan saat melihatku dan dia pun menampakan wajah muram, aku pun tersenyum penuh ketulusan.

Aku pun mulai mempersentasikannya, di tengah persentasi datang lah seorang laki-laki dari pintu khusus pemimpin yang tidak lain adalah laki-laki yang aku tabrak tadi.

Dia pun tersenyum dan duduk di kursi yang berdekatan dengan Bapak Alan. OMG gugup deh gue, gumamku dalam hati.

Bagikan :