Seorang wanita berambut pirang sebahu dengan baju serba hitam yang ketat, menjentikkan jarinya saat mobil hitam melaju di depan mereka.

“Sepertinya ada tikus yang masuk perangkap kita! Ayo! Kita ajarkan pada tikus itu bagaimana caranya untuk permisi saat melewati jalan kematian milik Death Devil! Jangan sampai kita mengecewakan kakakku.” Sahutnya seraya meraih helm hitamnya, lalu memakainya.

Wanita itu, dan banyak pria bertubuh kekar langsung menaiki motor besar mereka dan mengikuti mobil hitam yang baru saja lewat.

***

Kenichi tidak menyadari di belakang mereka banyak motor besar yang menguntit mereka berdua. Tidak bisa dipungkiri kalau malam ini mobil Kenichi melaju di jalan yang gelap dan sepi. Beberapa detik kemudian, suara mesin motor-motor besar yang khas memasuki rongga telinga Kenichi lalu ke rumah siput dan suara itu dibawa oleh saraf-saraf pendengarannya untuk sampai di otaknya.

Akhirnya otak Kenichi memberikan alarm peringatan, ada bahaya yang mengintai mereka berdua. Kenichi terkesiap, teringat bahwa jalan ini di malam hari adalah tempatnya para gangster mencari mangsa untuk dihancurkan.

“Ken-Kenichi… mereka siapa?” tanya Fuko dengan gemetar ketakutan. Fuko pertama kali ini melihat sebuah kumpulan motor besar yang begitu banyak. Merasa ngeri kalau pengendara-pengendara motor itu mempunyai rencana jahat untuk mereka.

“Fuko… maafkan aku! Aku salah membawamu masuk ke jalan ini di malam hari. Mereka adalah Gangster Death Devil yang sangat brutal di Jepang. Bahkan polisi pun kewalahan menghadapi mereka.

Bagikan :