Gangster Death Devil tidak segan-segan menghabisi para polisi dengan hasrat mereka yang mengerikan.” Beritahu Kenichi. “Ok! Kencangkan sabuk pengamanmu!” Kenichi memacu gas mobilnya sangat cepat. Di belakangnya, puluhan motor itu melakukan hal yang sama.

Sampai akhirnya, motor-motor itu memblokir jalan di hadapan Kenichi. Kenichi spontan menginjak pedal rem dengan hentakan yang mendadak. Membuat Kenichi dan Fuko tersentak ke depan. Mesin motor-motor besar itu tidak dimatikan. Suaranya pun begitu menggelegar di telinga dan membuat bulu kuduk berdiri. Sinar lampu motor itu sengaja diarahkan ke sekeliling mobil Kenichi. Membuat Kenichi dan Fuko memicing kan mata karena silau.

“Sial!” Kenichi memukul stir mobilnya dengan kesal karena ia tidak lolos dari perangkap Gangster Death Devil itu.

Tangan Fuko dengan erat melingkar di lengan Kenichi. Fuko tidak pernah setakut malam ini. Fuko menatap ngeri motor-motor yang mengelilingi mobil Kenichi itu. Fuko memejamkan matanya dengan takut. “Keni-chi… aku takut!” Fuko gemetar.

Kenichi dengan sigap menarik Fuko dalam dekapannya. Berusaha menenangkan tunangannya itu. “Jangan takut! Aku di sini Fuko! Aku akan menjagamu!” Kenichi mengelus-elus rambut Fuko dan mengeratkan dekapannya. Fuko semakin tenggelam dalam dekapan Kenichi.

Dapat Kenichi rasakan tubuh Fuko yang gemetar ketakutan. Semakin membuat Kenichi khawatir. Khawatir akan keselamatan nyawa Fuko dan dirinya. Apa yang akan dilakukannya kalau Fuko sampai terluka? Oh, tidak! Jangan sampai itu terjadi.

Seorang wanita muda mengetuk kaca mobil di sebelah Kenichi. “KELUAR!!!” Suaranya tinggi dan menyeramkan.

Bagikan :