“Keluar dan hadapilah Gangster yang terkuat di Jepang!” suara wanita itu begitu tajam dan dingin.

Bulu kuduk Kenichi berdiri. Ia tak habis pikir, ada suara wanita yang begitu tajam dan dingin seperti itu. Bahkan Kenichi pun mengaku tidak bisa bersuara seperti itu. Oh, bukan itu yang harus ia pikirkan sekarang, Kenichi harus berpikir bagaimana caranya mereka keluar dari gangster ini.

“KELUAR!!!” Suara wanita itu terdengar lagi dan ketukannya semakin keras.

Kenichi menguatkan hati. Ia bertekad akan menabrak semua orang yang menghalangi jalannya. Kenichi melepas pelukannya. “Kencangkan sabuk pengamanmu!” seru Kenichi. Fuko pun menuruti Kenichi.

Kenichi bersiap-siap menaikkan kecepatan mobil dan menekan pedal gas. Tetapi semua itu terhenti seketika saat seorang wanita menembak kaca depan mobil Kenichi. Fuko dan Kenichi tersentak. Untungnya peluru itu tidak mengenai mereka.

“Lelaki pengecut! Kau tak boleh melarikan diri dalam pertarungan!” Wanita itu berteriak dengan suara tajamnya yang membuat Kenichi menguatkan hati dan membuka pintu mobil.

Tangan Fuko segera menahan Kenichi. “Tidak Kenichi! Aku tidak mau kehilangan dirimu!” Mata Fuko berkaca-kaca. Kenichi melepas tangan Fuko dari tangannya dengan tenang.

“Tidak apa, Fuko! Aku tidak akan mati. Ini sudah kewajibanku sebagai seorang lelaki. Aku akan bertarung untuk nyawa dan masa depan kita!”

Bagikan :