Teman-temanku selalu berbondong-bondong menitip salam untuknya melaluiku, berharap aku akan menyampaikan hal itu padanya. Tentu saja, aku tidak menyampaikannya.

     Dia pria yang baik, perhatian, namun sayang ketika aku menyatakan perasaanku padanya. Dia menolakku, disitulah aku mulai sadar siapa aku. Dia hanya menganggapku sebagai adiknya, mungkin dia malu jika berpacaran denganku.

   Lihatlah betapa buruknya dirimu di matanya, pantas dia menolakmu, Dewi. Dalam batinku selalu mengatakan seperti itu, membuatku semakin sadar.

   Dia mulai menjauhiku sejak saat itu, berbicara seadanya. Apa dia mulai membenciku?

  Dan akhirnya, Oma menjodohkannya dengan seorang gadis yang seribu kali lebih cantik dariku, dia menerima perjodohan itu. Hatiku hancur. Aku mencoba untuk mengobatinya. Aku memutuskan untuk pergi jauh, meneruskan sekolahku di Inggris. Negeri di mana aku pernah terlahir. Hingga pada akhirnya aku kembali…. Setelah beberapa tahun tak bertemu dengannya.

   Namun sialnya, satu orang yang memang sangat kuhindari saat di Inggris, tepatnya saat aku menduduki sekolah menengah akhir, kembali bertemu denganku. Pria c*bul itu…

Bagikan :