Bayangan keluarga bahagia membuat dadaku terasa nyeri. Seperti dulu, Aku melihatnya berciuman dengan gadis itu di halaman sekolah.

Aku tersenyum miris, Mereka tampak saling mencintai.

“Nona? Bagaimana perjalanan anda?” Pertanyaan supirku membuat lamunanku terbuyarkan.

“Cukup melelahkan, Roth …” Gumamku jujur.

“Anda banyak berubah, Nona …” Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Ya, aku berubah sekarang.

Aku bukan gadis gendut berpipi chubby, aku juga bukan gadis cupu berjerawat.

   Sekarang aku telah berubah menjadi seorang supermodel yang cantik. Semua pria menginginkanku. Bukannya aku sombong, tapi itu kenyataan. Aku kira Roth berhenti berbicara, tapi ternyata Roth kembali berujar.

“Saya yakin tuan dan nyonya tak akan mengenali anda.”

“Aku sama saja, Roth …” gumamku. Walaupun banyak yang berubah, tapi aku tetaplah aku, bukan?

“Sudah sampai….” Ucapan Roth membuatku menoleh, mataku menangkap pemandangan mansion megah ini.

Mansion keluarga kami tepatnya.

Bagikan :