“Apa mereka semua ada di dalam?” tanyaku, masih enggan untuk menemui mereka semua. Apa yang akan terjadi jika mereka melihat penampilanku sekarang? Terkejut?

Oh .. ya tentu, itu sudah pasti.

“Nyonya dan Tuan masih di kota New York, sedangkan Tuan Andrew masih di perusahaan. Biasanya dia akan pulang malam. sore atau mungkin.” Jelas Roth membuatku sedikit lega. Setidaknya tidak ada yang tahu aku pulang

Tapi dia? Dia akan melihatku bukan? Kenapa dia tidak tinggal dengan istrinya?

   Roth membukakan pintu untukku, aku melangkah keluar. Kaki jenjangku tampak indah dengan balutan heels mahal karya designer ternama.

“Bawakan koperku ke dalam, Roth.” Pintaku. Melangkah terlebih dahulu.

      Aku memencet bel, dan menunggu. Membenarkan posisi kaca mata yang bertengger manis di hidungku, mataku sudah tidak minus lagi. Kaca mata yang kupakai hanyalah kaca mata anti debu untuk melindungi mataku.

    Pintu Mansion pun terbuka, seorang wanita separuh baya yang aku kenali adalah Kepala Pelayan di mansion ini, menatapku dengan kening berkerut.

Ia memperhatikanku dari atas sampai bawah.

Bagikan :