Aku dan Bibi Teres mulai menyusuri lorong mansion, mansion ini tetap sama seperti dulu, hanya saja ada sedikit perubahan.

   Kami berhenti di depan lift. Bibi Teres memencet tombol dan lift pun terbuka. Kami memasuki lift, Bibi Teres kembali memencet tombol.

   Lift terbuka, aku telah sampai di lantai tiga. Lantai ini tampak berubah,  warnanya sedikit didominasi maskulin dan ada poto pria terpajang disana.

Pria itu?

DEG.

Jantungku berdetak tak karuan, Bibi Teres mendekatiku.

“Tuan semakin tampan ya, Nona? Banyak para gadis yang mengejarnya. Tapi tuan tak acuh.”

Aku menoleh ke arah Bibi Teres.

“Bukannya Drew sudah menikah?” aku menelan saliva-ku dengan susah payah.

Aku mengucapkan namanya dengan hati-hati.

Ya, seharusnya dia sudah menikah mungkin. Itu perkiraanku.

Bibi Teres tersenyum miris,

What’s wrong? ada apa dengannya? Apa yang salah?

Matanya tampak menerawang.

Bagikan :