“Hoi, cepat ulurkan tanganmu!” Terdengar lagi, suara seorang berteriak seperti memerintahkanku untuk mengulurkan tanganku ke atas sana.

“Aku akan menolongmu.” Lanjut suara dari atas sana lagi, tapi kali ini terdengar cukup jelas pada indera pendengaranku.

Aku belum merespon suara itu, aku masih di tempatku terduduk, terdiam. Dalam hati kembali bertanya mungkinkan memang ada orang di atas sana?

“SIAPA DI SANA? TOLONG AKU! AKU TERJEBAK DI SINI.” Kali ini ku coba teriakan suaraku, dengan keras tuk meyakinkan pertanyaan di hatiku yang tadi muncul.

Tapi… setelah aku berteriak, tidak ada suara yang membalasku, kembali hatiku bertanya lagi dan lagi, oh apakah ini ilusiku? Mungkin kah karena aku sedang kelaparan? Sehingga membuat sebuah halusinasi dalam pikiranku?

Huh, kini aku hanya bisa tetap diam di posisi ini, posisi duduk bersandarkan dinding tanah di balik punggungku. Sesaat kemudian, perlahan kucoba memejamkan kelopak mataku, sembari dalam hati berkata, mungkinkah semua kan berakhir di sini? Di tempat yang sempit dan gelap ini?

Aku sama sekali tak tahu harus bagaimana lagi, untuk bisa keluar dari tempat ini. Sejam yang lalu telah kucoba memulai awal usahaku keluar dari sini, dari mencoba memanjat dinding tanah dalam lubang sumur ini, sampai berteriak-teriak gak jelas habis-habisan.

Bagikan :