Terdengar sebuah ucapan disertai tawa di sebelah tempatku duduk. Suaranya terdengar lembut ketika terdengar di telingaku, sangat pas bila di miliki seorang perempuan, akan tetapi hal ini malah semakin membuatku dibanjiri tanda tanya dalam benak ku.

“Kamu siapa?” Ku beranikan bertanya dengan pelan layaknya seorang yang sedang berbisik sembari melepas jemari tangannya yang tadi kupegang.

“Sstttt… simpan pertanyaan itu untuk nanti! Dan aku akan mengeluarkanmu.”

Terdengar ia menyahut pertanyaanku dengan nada yang datar, membuatku semakin penasaran dan kembali bertanya dalam benak ku, siapa sih dia?

“Caranya gimana?” aku mendesir heran, sembari mempertanyakan cara ia akan menolongku seperti yang ia katakan tadi.

Karena pada dasarnya posisi kami berdua berada di dalam lubang atau lebih tepatnya sumur yang amat dalam, mungkin jika aku perkirakan ini sedalam sepuluh meter di bawah permukaan tanah. Dan mungkin tak ada lagi hal yang dapat dilakukan untuk keluar dari sini. Sudah terasa oksigen di tempat ini sudah menipis dan membuat ku mulai merasa agak sesak, dalam pikiran malah mengkhayal, Oh, adakah yang bisa memberikan napas buatan? Hmmm, mungkin sebentar lagi aku akan jatuh pingsan, dan kemudian… perempuan yang berada di sebelahku ini akan ikut-ikutan mengikutiku pingsan, ckckck.

Bagikan :