“Hummmmm… hufffffftttttttt….” Kucoba menarik-narik napasku perlahan-lahan, karena barusan memikirkan hal-hal aneh, berharap yang kulakukan gak akan membuang oksigen yang masih kumiliki.

Perlahan kupejamkan mata lagi, napasku sudah mulai terasa sesak, dan pikiranku… hmmm, melayang-layang membayangkan kisah masa kecilku bersama ayah, ibu, dan saudara-saudaraku di sebuah pantai pada musim panas yang tenang.

Sudah tak ada harapan lagi untuk kami berdua, maksudku aku dan orang asing di sebelahku ini. Mungkin aku akan menenggelamkan semua cita-cita yang pernah kupikirkan saat bersama teman-temanku di sekolah.

“Hei, kau sudah tertidur? Baiklah aku yang akan memegang tanganmu… 1… 2… 3… go!”

Terdengar orang asing di sebelahku seperti mengoceh, tapi kuabaikan saja, aku tetap fokus dalam lelapku bersama cita-citaku di dalam pejaman ini.

Tapi… entah mengapa aku mulai merasakan ada oksigen yang dapat kuhirup di sekitarku. Perlahan kucoba membuka kedua kelopak mata untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Astaga! Apa yang kulihat kuanggap sebagai sebuah keajaiban. Seperti lelucon ataupun imajinasi, kulihat ada banyak sekali pohon di sekitarku. Eh, mungkinkah aku sudah berada di dalam dunia yang berbeda saat ini? Aku merinding, huhuhu.

“Tapi….”

Bagikan :