Sejenak aku sadari, aku melihat sosok seorang perempuan berdiri di depan tempatku terduduk. Dengan rok panjang yang berenda berwana biru serta garis simetris kuning di sisi sampingnya, perempuan tersebut tampak anggun bagiku.

Perlahan tapi pasti, kucoba memandang lebih jauh lagi bentuk makhluk anggun itu, aku melihat ke arah atas dirinya, mencoba mencari tahu wajah perempuan misterius ini.

“Hai? Sudah enggak apa-apa sekarang kok.” Ucap perempuan manis di depanku ini, sembari terlihat tersenyum, dengan senyumannya yang amat menawan hati, karena faktanya ia memiliki lesung pipi pada bagian pipi kanannya.

Rambut sepanjang lengan perempuan ini terlihat terjuntai, memberikan kesan keindahan tersendiri bagiku. Akan tetapi ada yang aneh menurutku pada pakaiannya, ia menggunakan jas ala pegawai perempuan di sebuah dinas perkantoran, di bagian kanan jas tersebut aku melihat sebuah simbol burung garuda, hmmm… sepertinya berwarna coklat.

“Hihihi… tenang! Aku ini kan dewamu,” Ucap perempuan itu santai, sepertinya ia ingin membuka sebuah topik pembicaraan denganku. Hal tersebut lantas membuatku sedikit kaget karena aku takut ia menyadari bahwa aku sedari tadi memperhatikan penampilannya.

“Namaku Kuga Nanase, dan aku penyihir,” lanjut perempuan itu memperkenalkan dirinya padaku, dari jarak kami—yang kukira berjarak 2 meter lebih—dengan aku yang masih terduduk diam.

Bagikan :