“Kuga? Nama yang aneh. Kedengarannya itu seperti nama serangga.” Ujarku, tanpa sadar aku mengeluarkan kalimat ejekan, sepertinya aku mulai melupakan hal ajaib apa yang tadi telah terjadi.

Di dalam benakku, aku hanya bisa menyimpulkan dari pemikiranku, bahwa mungkin saja keajaiban keluar dari sumur tadi adalah keajaiban yang telah diperbuat perempuan manis bernama Kuga di depanku ini. Dengan apa dia melakukannya? Entahlah, aku tak ingin mengambil pusing, mungkin, dengan rumput yang bergoyang.

“Huffttt… tidak sopan kau.” Terdengar suara dari Kuga dengan nada yang agak kesal padaku, seakan ia ingin melakukan protes atas ejekanku barusan.

Sesaat kemudian kulihat dia terdiam menatapku dengan tatapan yang aneh. Apakah dia paranormal? Atau dia seorang penculik yang ingin menangkap remaja sepertiku? Ugh, atau apalah itu! Tatapan itu terasa menerawang jauh masuk kedalam hatiku. Aku hanya merasa bingung untuk saat ini, saat dia terdiam lalu menatapku dengan tatapan seperti itu.

“Kau, Harumi Tokita kan? Cepatlah temui takdirmu! Atau….”

Perempuan cantik ini mengetahui namaku, kembali aku dibuatnya bingung.

“Bila kau terlambat, aku yang akan mengantarmu dan membawamu ke sana!” seru perempuan bernama Nanase Kuga tersebut, melanjutkan kata-katanya yang sempat ia hentikan sejenak tadi.

Dari nada-nada bicaranya yang datar terhadapku membuatku semakin kebingungan akan apa yang sedang ia katakan.

Bagikan :