“Kau, dengar ya… di zona ini, sihir dilarang. Jadi rahasiakan tentang aku, oke?”

Perempuan itu membuat permintaan padaku, kemudian dia berbalik dan beberapa saat setelahnya angin bertiup kencang ke arahnya daun-daun pun berhampuran ke arahku yang terduduk. Kucoba menyingkirkan dedaunan itu dari wajahku karena menghalangi pandangan yang tadi fokus melihat Kuga, yang berdiri dua meter di depanku. Akan tetapi saat aku berhasil menyingkirkan penghalang pandanganku, Kuga terlihat hilang dari hadapanku. Mungkinkah angin yang tadi berhembus membawanya pergi? Tanyaku pada hati yang kebingungan.

Pandanganku kini kualihkan menatap rembulan yang bersinar di atasku. Aku merasa sangat lelah dengan hal yang baru saja kualami, dan pertemuan dengan seorang perempuan yang manis yang memberikan keajaiban untuk menolongku. Meski aku tak begitu yakin dia yang menolongku, tapi semua hal yang kualami tadi terasa begitu cepat terjadi dan menyisakan rasa bingung yang amat mendalam di dalam hati dan pikiranku.

Bagikan :