Dugaanku benar, Rara adalah calon menantu ibu Sastro, dan dia pasti calon istri mas Pras karena hanya mas Pras anak satu-satunya wanita pengusaha itu.

Apa yang kusebut dengan profesionalisme ternyata tidak bisa menyatu dengan perasaan. Saat mendengar kenyataan ini, aku hampir runtuh.

Aku memaklumi sekarang mengapa mas Pras setuju dijodohkan dengan Rara dan memilih mencampakkanku. Walau berdalih sebagai bakti seorang anak kepada ibunya sekalipun.

Aku tersenyum lebar, dan mungkin Rara akan merasa heran melihat bibirku yang bergetar. Aku menggigit bibirku kencang, menahan diri agar aku tidak meledak saat itu juga. Aku bertahan hingga senyum manisnya menghilang di balik pintu.

Aku menghempaskan diri di sofa, meringkuk, hingga Ratna datang menghampiriku dengan heran. Bagaikan rentetan peluru, ceritaku mengalir tidak beraturan dari mulutku. Napasku tersengal, isakanku sudah membuat perutku sakit oleh setiap sentakannya.

Ratna, hanya setahun lebih mudah dariku, memelukku, menghibur diriku dengan kata-katanya yang membesarkan hati.

“Mbak Vita naik aja ke kamar, biar Ratna yang ngurus disini hari ini, ok?” bujuknya.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :