“Tidak ada yang bioleh menghalangi semua keinginanku, tidak akan kubiarkan.”

-Jason-

1

Langkahnya cepat dan sedikit terburu-buru. Pemuda itu berjalan diantara kerumunan padat orang-orang yang memenuhi bandara sore itu. Penampilan dan gayanya yang mencolok sempat menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya, namun pemuda itu tidak begitu peduli. Ia masih terus berjalan cepat berusaha memisahkan diri dari penumpang lain yang baru saja turun bersamanya dari dalam pesawat.

Setelah berjalan cukup jauh, pemuda itu melihat seorang pria paruh baya yang ia kenal berdiri diantara orang-orang yang ingin menjemput para penumpang lain. Pria paruh baya itu adalah Paman Sam, sopir pribadi keluarga Fernando yang sengaja datang untuk menjemput kepulangan putra Nyonya Fernando dari Prancis.

“Selamat datang, Tuan muda Jason,” sapa Paman Sam seraya menundukkan sedikit kepalanya ketika pemuda itu—Jason—telah sampai dihadapannya.

“Ya, tolong bawakan koperku.” Jason menanggapi sapaan sopirnya itu dengan sikap tak acuh. Ia menyerahkan sebuah koper yang sedari tadi dibawanya kepada Paman Sam.

Setelah membuka kaca mata hitam yang ia kenakan, Jason berjalan lebih dulu melewati Paman Sam untuk menuju pintu keluar bandara.

Bagikan :