Ia menunggu untuk beberapa saat di depan bandara sampai Paman Sam menghampirinya dengan membawa mobil ke hadapannya.

Jason menghempaskan diri duduk di bangku belakang mobil. Ia terlihat cukup kelelahan karena baru saja melakukan perjalanan yang panjang dengan pesawat. Seluruh tubuhnya terasa pegal dan lelah. Ia mulai membuka beberapa kancing atas kemejanya tanpa berniat membuka jaket tipis yang ia kenakan.

“Apa Tuan ingin kita langsung pulang ke rumah?” Tanya Paman Sam setelah selesai menyimpan koper Jason di bagasi mobil dan mulai duduk kembali di bangku kemudi.

“Tidak, tolong antarkan aku sebentar ke toko yang menjual barang-barang antik.” Suara Jason lemah, tubuhnya ia sandarkan di sandaran jok yang ia duduki.

“Baik, Tuan!”

Mobil yang dikendarai Paman Sam mulai melaju meninggalkan bandara. Jason memang merasakan kelelahan, tapi ia memilih untuk tidak beristirahat selama dalam perjalanan. Ia terlihat sibuk melihat-lihat pemandangan melalui kaca mobil dan mulai menyadari perubahan besar kota yang ia tinggalkan sejak setahun yang lalu.

Beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi Jason telah berhenti di sebuah pertokoan kota. Disana banyak toko yang menjual benda-benda untuk dijadikan oleh-oleh, termasuk toko yang menjual barang-barang antik yang ingin dikunjungi Jason.

Bagikan :