“Ya, betul sekali. Sepasang guci ini sengaja dikirim langsung dari Prancis. Kebetulan stock di toko ini hanya tinggal sepasang. Apa Tuan berniat membelinya?”

Jason tidak langsung menjawab, ia mulai meraba guci-guci itu lalu menelitinya lebih detail untuk waktu yang cukup lama.

“Paman, guci dari Prancis yang kupesan beberapa hari yang lalu apa sudah ada? Aku ingin membelinya.” Seorang gadis terlihat berlari cepat memasuki toko dan segera menghampiri pemilik toko yang sedang bersama dengan Jason di dalam.

Pemilik toko menoleh bersamaan dengan Jason ke arah gadis itu.

“Ya, ini dia guci-guci yang kau maksud kemarin. Barang ini baru saja tiba pagi tadi,” jawab pemilik toko itu.

“Benarkah?” Gadis itu sedikit terkejut melihat sepasang guci cantik yang terpajang tepat di hadapannya. Jason spontan mundur beberapa langkah karena gerakan gadis itu yang seakan memaksanya untuk segera menyingkir.

“Guci-guci ini sangat cantik, Paman. Boleh aku membelinya? Berapa harganya?” Gadis itu menoleh riang kepada pemilik toko.

“Hei, Nona. Kau tidak boleh membelinya. Aku yang lebih dulu melihatnya.” Bentak Jason tidak terima.

Gadis itu melirik Jason dengan sinis lalu mulai bersuara. “Hei, bila seseorang lebih dulu melihat suatu benda, apa sudah dipastikan hanya dia yang berhak membeli benda itu?”

“Tentu saja,” Jason mengangguk kecil.

Bagikan :