“HENTIKAN!!” Bentak pemilik toko nyaring yang sontak membuat sepasang anak muda di depannya menghentikan kesibukan mereka. Keduanya kini menoleh cepat ke arah pemilik toko itu. “Kalian hanya membuat keributan disini. Sebenarnya siapa yang mau membeli guci ini?”

“Paman, aku yang lebih dulu memesan guci ini. Aku yang akan membelinya. Sebutkan saja harganya, pasti aku bayar!” Gadis itu mulai sibuk merogoh isi tasnya seperti ingin mengambil sesuatu.

“Harganya sepuluh juta rupiah,” jawab pemilik toko.

“Tidak, aku yang akan membelinya!” Jason mulai menghalangi gadis itu untuk mengambil sesuatu dari dalam tas. “Aku akan bayar dua kali lipat,” ucapnya kemudian.

Pemilik toko dan juga gadis itu menatap Jason tak percaya. Keduanya nampak terkejut dengan penawaran Jason barusan.

“Paman, cepat katakan padaku dimana aku bisa membayarnya,” ucap Jason meyakinkan.

Pemilik toko mulai tergiur dengan penawaran Jason. Tapi sebelum ia bersuara untuk menjawab pertanyaan pemuda itu, gadis di sebalahnya telah lebih dulu bersuara.

“Paman, kau tidak boleh menyerahkan guci ini untuk dibeli olehnya hanya karena ia berani membayar lebih. Kau harus menjualnya padaku.”

“Nona, maafkan aku. Sepertinya aku hanya akan menjual guci berharga ini kepada orang yang berani membayar dengan harga yang lebih tinggi.” Jelas sang pemilik toko disusul senyuman kemenangan dari Jason.

Bagikan :