“Maaf, Nona. Sepertinya kau harus lebih bersabar untuk menunggu kedatangan guci berikutnya di bulan depan,”

Gadis itu sempat tidak menghiraukan tarikan sang pemilik toko. Ia terlihat semakin kesal dengan tingkah sombong pria di depannya. Setelah berkali-kali sang pemilik toko berusaha membawa gadis itu menuju pintu keluar, akhirnya ia menurut. Ia melangkahkan kakinya cepat untuk keluar dari toko itu dengan memendam perasaan kesal bercampur emosi.

Jason hanya memperhatikan tingkah gadis itu dengan seringai sinis penuh kemenangan.

—<><>—

“Cepat bawakan guci-guci itu ke dalam. Tapi ingat jangan bilang pada ibu kalau aku membelinya di kota ini. Bilang saja aku membawanya langsung dari Prancis. Mengerti?” Jason memberikan sedikit pengarahan kepada Paman Sam sebelum keduanya memasuki kediaman keluarga Fernando. Paman Sam hanya menjawabnya dengan mengangguk pelan.

Jason memang tidak berniat untuk membohongi ibunya, ia hanya malas bila harus membawa barang-barang berat selama dalam perjalanan jauhnya dari Prancis ke Indonesia. Ia hanya berpikir sama saja bila ia membelikan guci titipan ibunya di Indonesia walaupun pasti harganya akan lebih mahal dibandingkan ia membelinya langsung di Prancis.

Jason berjalan lebih dulu memasuki rumahnya yang cukup luas, sementara Paman Sam mengikutinya dari belakang dengan berjalan penuh hati-hati.

Bagikan :