Setelah papa pergi

Ayam sudah berkokok di luar sana, sinar matahari pun sudah menyelusup memasuki kamar, melalui sedikit cela pada tirai. Aku segera bergegas menuju kamar mandi. Aku tak ingin telat pergi ke sekolah.

Kok nutup? Siapa lagi yang lagi mandi! Heuuh! Geramku dalam hati.

Toktoktok..

Aku mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi

“Sebentar…” teriak seseorang dari dalam, itu pasti kak Rasya.

“Kak Acha…cepetan…!” aku berteriak.

Mama yang sedang menyiapkan sarapan pun menghampiriku “Kei, jangan teriak-teriak yah. Inget, anak perempuan harus lemah lembut”.

Aku menghela nafas “Mam, kak Acha suruh keluar kek! Nanti bisa-bisa Kei kesiangan” celotehku kesal.

“Sebentar lagi juga kakak kamu keluar kok,” mama tersenyum dan berlalu begitu saja.

“Masih lama gak?” lagi-lagi aku berteriak.

Bagikan :