lebih lama dari sepekan. Dia pikir kegilaan pekerjaannya tak ada apa-apanya, jika dia bandingkan dengan kegilaan pekerjaan Kakanya.

Menggerai rambut coklat keemasan miliknya, membebaskan mereka dari sanggul sederhana yang semenjak tadi menyertainya bekerja, Aleta mulai dengan melepas sepatu terlebih dulu, berikutnya membuka kancing kemeja kerja juga rok pendek di pinggulnya.

Beberapa menit kemudian Aleta telah berada di dalam bak mandi rendam nyaman di kamar mandinya. Menikmati serbuan air dingin yang menyegarkan seluruh panca inderanya. Gelembung sabun beraroma anggur membantu merelaksasi syaraf- sayarafnya. Sesekali tangannya memercik air, jari-jarinya merayap mengusap dan memijat simpul tegang di tengkuk, bahu, lengan, kemudian bagian tubuhnya yang lain. Menuang sabun cair di tangan lalu mulai menggosok beberapa bagian tubuhnya lagi. Sampai pada puncak dadanya, yang dia sadari tampak berkerut kencang karena sentuhan tangannya.

Ah.. dia jadi teramat sensitif belakangan ini, mungkin karena cukup lama tak pernah terjamah, itulah alasan setiap cel dan organ penting di tubuhnya menjerit oleh dahaganya.

Yah… Cukup lama hidupnya kering tanpa sex, dan itu terdengar menyedihkan, mengingat dia bukan wanita yang buruk untuk urusan fisik. Dia yakin dia cukup menarik bagi lawan jenisnya, tapi kenyataannya memang hanya ada satu pria pertama dan terakhir sejauh ini, selebihnya hanya angin lalau yang berhembus tanpa arti.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :