Wanita itu melunak, tak enggan lagi untuk membalas perlakuan pria tersebut. Kali ini menyusur jarinya di rambut lebat dan kelam itu. Bahkan membantu pria itu menurunkan tali gaun hijau lemon yang dia kenakan, yang seketika mempertontonkan sebagian keindahan dirinya.

Pria itu semakin bersemangat, merasai setiap jengkal kelembutan sutra dihadapannya, termasuk sebuah keindahan seni tatto tubuh yang menggambarkan serangkaian simbol, tatto itu memiliki arti yang teramat manis bagi sang pria.

Begitu asiknya mereka, sehingga tak menyadari pintu belum tertutup sempurna, bahkan oleh kehadiran seorang pria lain yang kini berdiri di ambang pintu memperhatikan adegan intim mereka dengan murka.

Bustard! Apa-apan ini? Apa yang sedang mereka lakukan itu? Geramnya tertahan. Seketika menghentikkan langkahnya di ambang pintu dengan tangan masih memegang knop pintu. Tubuh pria asing itu membeku, telapak tangannya mengepal tegang, sorot mata kelamnya menyipit menatap tajam pada dua insan yang sedang bercumbu di depan sana. Terutama pada sosok wanita bergaun hijau dengan rambut ikal keemasan itu.

Menyaksikan dengan rinci bagaimana jari-jari lentik itu mencengkeram rambut gelap di kepala sang pria, sementara kepala dan rambut panjangnya terkulai kebelakang.

Bagikan :