manusia yang merusak kestabilan alam. Mereka hanya perlu memahami konsep itu, kemudian menahan diri dari sikap manja juga mengeluh.

Sungguh dia mencintai alam sejuk desanya, merindukannya pada saat seperti ini, merasa hampa karenanya dari waktu ke waktu. Panas ini semakin membuatnya berpikir untuk pergi sejenak ke kampung halaman, mengajukan cuti sepekan, tentunya setelah dua kasus terakhir selesai disidangkan, mungkin dia akan mempertimbangkan rencana itu..yah, mungkin, hanya mungkin, lalu nyatanya dia tak mampu bergerak sedikitpun dari himpitan rutinitas harian yang mencekik lehernya belakangan ini hingga rencana di kepalanya itu terbang lagi.

Siang menjelang sore itu, Aleta tampak berjalan gontai menuju halaman parkir pengadilan tinggi kota London. Gontai, namun tetap cekatan saat dia mulai bergerak memindahkan beberapa benda dari dalam kabin penumpang ke bagasi.

Kepuasan tergambar jelas di wajah Aleta, lelahnya sedikit terabaikan oleh semangatnya untuk pulang. Bahkan sama sekali tak terusik oleh keluh- kesah pria tambun yang juga tengah tergesa membuka pintu mobil mewah yang berada tepat di sisi kanannya. Aleta menepi sesaat agar pria itu dapat membuka pintu mobilnya dengan leluasa. Dan brengseknya pria tambun itu melesat pergi cukup cepat, tanpa sedikitpun kesan dia ingin berterima kasih karena dia telah mengalah demi kepentingannya.

Ini hari yang menyenangkan, dan dia tak ingin sedikit insiden kecil itu menodai perasaan bahagianya. Semua itu adalah karena hasil putusan menang yang Aleta dan teamnya peroleh beberapa saat lalu. Keputusan final yang berasal dari ketuk palu

Bagikan :