Bab 2 – Miss Dramatis

Aku baru pulang dari rumah penjahit langgananku ketika hujan turun siang itu. Dalam hati aku bersyukur karena sudah sampai di rumah sebelum tetesan pertama hujan menyentuh bumi. Dengan bergegas aku masuk ke dalam rumahku yang sepi. Membuat secangkir kopi, lalu duduk di ruang tamu. Memandangi kertas-kertas design di tanganku, dan menyamakannya dengan hasil jahitan Mbak Lanisa yang baru ku ambil tadi. Selalu memuaskan!

Mengenal Mbak Lanisa adalah sebuah keberuntungan yang tiada tara bagiku. Dia laksana oase di tengah padang pasir, laksana hujan lebat di tengah kemarau menahun. Ia berumur 25 tahun, sudah menikah, memiliki satu orang batita bernama Ila, bersuamikan seorang sekuriti yang bertugas di gedung pemerintahan kota.

Mbak Lanisa seorang gadis kampung tulen, tidak mengerti gadget ini itu, ponselnya masih berbentuk nokia jadul yang suka ku sebut tahu ketika ia menyebut ponselku mirip talenan. Yep, perpaduan yang menarik bukan?

Tapi kepiawaian jemarinya dalam menyatukan bahan-bahan menjadi sesuatu yang cantik itu tidak perlu diragukan lagi. Dia sangat teliti dan selalu tepat waktu. Dia selalu bisa mengerti apa yang aku dan Maia inginkan dengan melihat design kami, dan sejak itu dia akhirnya menjadi penjahit pribadi yang bisa diandalkan!

Dengan senyuman mengembang aku langsung menghubungi nomor Maia, tidak sabar mengabarinya tentang hasil kerja Mbak Lanisa. Maia mengangkat teleponku di deringan ke lima, terdengar santai-datar-selow seperti biasa.

“Hasilnya keceh!” Teriakku sedikit berlebihan.

Download Full via GooglePlay : Download

Bagikan :