“Kemaren si Wawan nelepon, dia mau ngadain sesi pemotretan pre-wedding, minta kita yang pegang.”

“Wih, tuh bocah mau merit?” Tanyaku, tertarik pada gosip yang dibawanya.

“Kakaknya, Mbak Ayu,” ujar Maia. Aku menyandarkan kembali punggungku pada sandaran kursiku, tidak terlalu antusias lagi. “Gimana, mau nggak?” Tanyanya lagi. Sebenarnya aku masih memiliki banyak design yang harus kukerjakan. Tapi aku akan merasa sangat tidak enak jika menolak permintaan itu.

“Oke. Lo sesuain aja jadwalnya si Marwan sama kita. Kalau udah fix, kabarin gue.” Jawabku, seenaknya mengganti nama Wawan. Maia berdehem pelan, lalu menanyakan beberapa design, nah lihat kan? Aku banyak pekerjaan!

Selain design, aku juga menyukai dunia photography, dan beberapa orang memang mengakui keahlianku dalam mengambil foto-foto. Bahkan mereka mengatakan, foto sandal jepit-pun akan berubah menjadi penuh makna jika aku yang mengambilnya. Haha, itu hanya membuat kepalaku semakin membesar.

Maia sendiri sangat piawai dalam memoleskan kosmetik. Ia bahkan memiliki sertifikat makeup dari salah satu brand makeup ternama di Indonesia. Ia sering mengikuti makeup clinic yang diadakan di berbagai tempat. Jadilah tidak perlu diragukan lagi keahliannya dalam memoles wajah dengan perlengkapan saktinya. Bahkan kambing pun akan cantik mempesona kalau ditangani oleh tangan dinginnya.

“Oya, kemaren gue ketemu sama Mbak Hana, kepala toko Alea Hijab.”

“Yang mana itu?” Tanyaku sungguh-sungguh. Untuk urusan orang, nama, tempat, dan angka aku memang memiliki sedikit masalah dalam mengingat.

Bagikan :