“Butuh lebih dari sekedar kesabaran, tapi cinta yang memampukanku melakukan segalanya.”

 

Claire Renae.

Aku menutup novel yang baru setengah kubaca. Sebenarnya aku sudah menonton versi film dari novel itu berkali-kali. Dan bahkan aku sudah membaca novel itu puluhan kali. Namun keromantisan novel itu tak henti-hentinya memabukanku. Romeo and Juliet karya William Shakespeare. Novel yang pertama kali di pentaskan di tahun 1597 ini membawa hidupku ke dalam impian-impian manis akan Romeo-ku nantinya.

Aku bahkan berpikir rela mati bersama cintaku seperti mereka. Ya, aku memang benar-benar gila dengan mimpi-mimpiku yang katanya tidak logis. Tapi apa bisa di kata, aku menikmatinya.

Aku menatap jam dinding yang sudah menunjuk ke angka sebelas. Aku harus tidur, besok adalah hari senin. Sekolahku selalu mengadakan upacara bendera, dan parahnya, itu menyebabkan aku dan ribuan siswa lain harus datang 30 menit lebih awal dari biasanya.

Insomnia rupanya tidak mengijinkanku menjelajahi alam mimpi ku. Aku membolak-balikan tubuhku di atas ranjang empuk king size miliku. Namun mataku tak bersahabat sama sekali. Jam bergeser ke angka 1. Aku menghela nafas berat. Aku melirik ke lilin aromaterapi yang terpasang di setiap pojok ranjangku. Usaha mama agar aku bisa tidur nyenyak. Namun ternyata tidak membuahkan hasil seperti yang di harapkan.

Bagikan :