Kring… Kring… Kring…

Wekerku berbunyi dan langsung ku lemparkan ke dinding. Sulit sekali untuk bisa berdamai dengannya. Aku baru bisa tidur menjelang pagi, dan dia selalu mengganggu ku disaat aku tidur nyenyak.

“Beth, buruan turun sarapan. Udah jam setengah 7.” Mama meneriakiku dari bawah. Jangan heran, seluruh keluargaku bersuara nyaring.

“Iya, Ma … bentar.” Aku balas berteriak sambil merapikan bedak tipis di wajahku.

“D*mn. Gimana kalo aku ketemu di jalan coba. Kantung mata sialan.” Aku merengut melihat lingkaran hitam dan kantung mataku yang menandakan aku benar-benar kurang tidur.

Aku menyantap omelet buatan mama dengan lahap. Aku sangat menyukai masakannya. Aku ingin seperti mama suatu hari nanti. Wanita idolaku.

Dulu mama adalah seorang wanita karir yang cukup sukses. Ia bertemu papa saat perusahaan tempatnya bekerja mengutusnya untuk melakukan meeting dengan perusahaan papa. Mereka jatuh cinta dan menikah. Mama lalu bekerja di perusahaan papa, dua sejoli yang sama-sama handal dalam berbisnis itu pun membawa perusahaan yang baru di rintis papa menjadi lebih sukses.

Setelah mengandung aku, mama memutuskan mengakhiri karirnya dan fokus mengurus rumah tangga. Papa tau mama sangat menikmati pekerjaannya dan tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah.

Bagikan :