“Nggak apa-apa.” Lalu ia yang menahan tanganku dan memungutnya sendiri. “Ya Tuhan, kumohon jangan sampai rusak, meetingnya bentar lagi.” Dia menggumam pada diri sendiri. ”Ya ampun makasih, Tuhan. Masih nyala.”

Ia akhirnya menoleh ke arahku dan memamerkan senyumnya.

Saat itu duniaku sesaat berubah. Suara hiruk-pikuk anak-anak yang berlarian karena takut terlambat mengikuti upacara pun lenyap digantikan suara music yang mengalun indah. Kupu-kupu, capung, kunang-kunang, dan banyak hewan bersayap lain mengelilingiku. Tiba-tiba aku sudah berada di taman. Dengan bunga bermekaran. Dan kelopak mawar putih berguguran dari langit. Tiba-tiba seragam putih kotak-kotak miliku berganti menjadi longdress putih backless berleher tinggi. Dan pria di depanku masih mengenakan jas dan blue tie nya. Namun pria ini sedang berdiri di seberang taman dan menatapku sambil membawa buket cantik, bukannya ipad layar retak.

Heartbeats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow


One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you

Bagikan :