For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

Sesaat…

Karena dalam menit berikutnya dia telah sibuk melambaikan tangannya di depan wajahku yang melongo bego. Aku yakin sekali tampangku saat itu benar-benar menggelikan. Sampai-sampai dia tertawa. Musik berhenti. Kembali ke seragamku dan sekolahku yang sudah ku tempati hampir tiga tahun. Bukan taman.

“Hei, kau akan dihukum jika tidak masuk ke dalam barisan sekarang.” Ia tertawa lagi.

“Apa yang kau lihat di wajahku? Apakah ada yang aneh.” Ia berhasil membuat pipiku merah padam. Aku yakin saat itu pasti lebih merah dari udang rebus.

“Sori.” Kataku gugup.

”Aku, aku akan mengganti kerusakan gadgetmu. Berikan nomormu. Aku benar-benar menyesal. Itu pasti mahal.” Gumamku panik melihat barisan sudah mulai rapi hanya ada beberapa anak saja yang masih berlari kesana.

Bagikan :