Kecuali bangku kosong di pojok nomor tiga dari depan. Tidak ada seorangpun yang menempatinya. Syukurlah, aku masih mendapat tempat duduk di kelas ini.

        Aku duduk sendirian di bangku itu. Diam seperti orang terkecil di dunia. Aku menunggu siapa orang yang akan duduk di sampingku dan menjadi teman terdekatku.

        Namun sampai guru pembimbing dating pun, aku tetap duduk sendirian. Tampaknya aku memang tidak kebagian teman sebangku. Huh! Membosankan. Apa enaknya duduk sendiri?!

***

Seminggu kemudian…

Akhirnya MOS selama seminggu berakhir. Lega sekali rasanya. Seluruh ploncoan, malu, dan di kerjain kakak kelas berakhir sudah. Aku juga sudah mengenal sekolah baruku dan beberapa anak di kelas ini. Walau ada sedikit kesan tidak mengenakkan, bagiku MOS ini tetap berkesan dan menyenangkan. Mungkin MOS SMK takkan pernah kulupakan.

        Aku mempunyai seorang sahabat dekat, Citra. Dia duduk tak jauh dari tempat dudukku. Meski kami tidak duduk sebangku, kami sangat akur.

        Jam istirahat ini Citra mengajakku ke kantin.

        “Enaknya makan apa nih?” gumam Citra

        “Mm… gue sih pengen makan bubur ayam.” Usulku.

        “Waah, boleh tuh.”

        Setibanya di kantin, aku dan Citra memesan semangkuk bubur ayam dan segelas minuman. Kemudian mencari bangku di kantin. Untung masih ada tempat kosong untuk kami berdua.

Bagikan :