“Ly, kayanya gurunya nggak ada deh.” Celetuk Citra yang tiba-tiba menghampiriku.

        “Iya, nih. Liat aja sampe rame banget nih kelas. Kaya pasar kaget.” Timpalku.

        “Daripada nggak ngapa-ngapain di kelas, kita ke perpus aja yuk.” Usul Citra.

        “Boleh, tuh. Ayok!” Sahutku setuju.

        Aku dan Citra berjalan menuju perpustakaan sekolah yang letaknya tak jauh dari kelas kamu. Dari jendela perpustakaan, kami dapat melihat keadaan kelas. Jadi, kalau nanti tiba-tiba ada guru datang kami bisa langsung tau dan kembali ke kelas dengan aman.

        Di dalam perpustakaan yang tenang, aku menjelajahi rak yang berisi novel. Sedangkan Citra menjelajahi rak buku sejarah. Novel di perpustakaan ini ternyata bagus-bagus. Sepertinya aku harus sering-sering ke perpustakaan nih biar bisa menjajah novel-novel disini.

        “Udah belom milihnya?” Tanya Citra dari sela-sela rak buku.

        “Belom.” Sahutku singkat sambil terus memilih buku untuk dipinjam.

        “Yaudah, gue duluan ya. Gue tunggu elo di meja petugas perpustakaan.”

        “Iya.”

        Ku dengar suara langkah kaki Citra melangkah pergi. Sementara aku masih sibuk memilih novel. Setelah sekian lama memilih, aku mengambil sebuah novel untuk ku pinjam. Saat baru keluar dari sela rak, aku melihat seorang cowok keluar dari sela rak yang lain.

Bagikan :