Cowok itu membawa setumpuk buku paket yang tebal-tebal sampai hampir tak terlihat wajahnya. Tiba-tiba saja dia terpleset. Otomatis cowok itu jatuh dan setumpuk buku yang ia bawa berserakan di lantai. Aku segera berlari menolongnya dan membantunya membereskan buku.

        “Lo nggak papa kan?” tanyaku pada cowok itu untuk memastikan kakinya tidak terkilir atau keseleo.

        “Gue nggak papa, thanks ya.” Sahut cowok itu.

        “Beneran nih?”

        “Iya, beneran.”

        Syukurlah kalau dia nggak papa. Aku tak perlu memapahnya ke UKS. Setelah selesai membantunya membereskan buku, aku memberikan padanya. Terlihatlah jelas wajah cowok itu. Dia sangat… tampan…

        “Sekali lagi, makasih ya udah bantu gue beresin buku.” Cowok itu berkata ramah padaku.

        Aku tersadar dari lamunanku. “Iya, sama-sama.”

        Tuh cowok berjalan ke petugas perpustakaan untuk mengurusi buku yang ia pinjam. Sepertinya dia meminjam buku paket untuk teman sekelasnya. Aduhai… dewa tampan darimana itu? Dia sungguh menawan. Andai aku bisa kenalan sama dia, minta nomor ponselnya, berteman, jadian….

        “Sst..!! Lily!” Panggil Citra.

        Lamunanku buyar seketika.

        “Ngapain lo ngejogrog disitu?” tanya Citra heran.

        “Enggak.” Sahutku sekenanya. Aku segera melangkah ke petugas perpustakaan untuk meminjam novel. Setelah selesai, aku dan Citra kembali ke kelas.

Bagikan :