“Tau nggak, Cit. Tadi gue ketemu Dewa tampan!” Aku menceritakan kejadian tadi pada Citra.

        “Seriusan? Dimana?” tCitra penasaran.

        “Tadi di perpus, masa lo nggak liat?”

        “Orangnya yang mana?”

        “Itu loh, yang tadi bawa buku paket banyak banget dan jatoh.”

        Citra ngiyem. “Yaaah… gitu aja lo bilang Dewa Tampan. Lebay lo.”

        “Biarin, dia kan emang tampan. Hmm… kira-kira dia siapa ya? Penasaran nih gue. Coba tadi sempet kenalan.” Gumamku bertanya-tanya.

        “Hah?! Lo nggak tau siapa dia?”

        “Ya enggak laah… ketemu aja baru tadi.”

        Citra berdecak sambil menggeleng. “Lily, Lily. Gimana sih lo? Ama temen sekelas kok nggak kenal?”

        Aku tertegun. “Temen sekelas? Maksud lo, dia sekelas ama kita?” Tanyaku tak percaya. Alamak! Masa aku sekelas sama cowok tampan itu?

        “Iya, duduknya aja di belakang gue.”

        Aku hampir terlonjak girang mendengarnya. Wiih…!!! Kesempatan bagus ini. Aku bisa berkenalan atau bahkan berteman sama dia. J

        “Namanya siapa?”

        “Sammy.”

        “Sammy? Hmm… keren juga. Sekeren orangnya…” Kataku sambil menyeringai. Citra tertawa melihatku.

***

Bagikan :