KISAH BERAWAL

Yang aku tahu, manusia itu punya hati mulia. Jiwa yang lembut. Pikiran yang cerdas. Bisa merasakan berbagai macam emosi. Dan yang teristimewa, punya akal budi.

Hei, kamu! Ya, kamu! Manusia yang kusebut sebagai makhluk paling sempurna tadi. Kumohon, ijinkan aku untuk bercerita. Setidaknya agar kamu tahu bahwa aku ada. Bahwa aku juga punya rasa, hati, jiwa, dan cinta.

Aku adalah sebuah patung manekin yang sangat cantik. Kecantikanku melebihi kriteria standar manekin lainnya. Begitulah aku menganggap diriku setiap kali mendengar decak kagum para pengunjung butik yang melihatku di etalase. Awalnya aku tidak peduli dengan penampilan diriku, tapi setelah pria pemilik butik tempatku berada tidak pernah menganggapku ada, barulah aku ingin dipandang cantik olehnya.

Aku tidak tahu kapan tepatnya aku hidup dalam ragaku sebagai manekin saat ini. Hampir semua yang dimiliki manusia ada padaku. Aku bukanlah benda mati. Aku bisa berbicara dengan bahasaku. Aku bisa bergerak dengan gayaku.

Mungkin karena keinginan yang begitu kuat untuk diakui keberadaannya oleh pria tampan itu, entah kenapa hal-hal magis nan manis tiba-tiba mulai bermunculan datang membantuku. Mendorongku mendekati cinta. Mendorong pria itu merasakan cintaku.

Bagikan :