BAB 1.  SIAPAKAH DIRIMU?

Dekat namun terasa jauh, 

betapa tak berdayanya kita…

————————————————–

 

Sepasang insan saling menatap dengan penuh puja. Saling memagut. Saling mengungkung dalam dekapan penuh gelora. Di dalam ruang toko yang temaram, tanpa penerangan yang memadai.

Sinar bulan yang menembus tirai jendela semakin memperjelas siluet tubuh pasangan yang sedang dimabuk hasrat tak terkendali itu. Tak peduli dengan peluh keringat yang membasahi tubuh mereka. Jari-jemari dan bibir berkelana mereguk madu percintaan yang menggoda. Berpacu dalam desahan napas dan erangan kenikmatan yang terus bersahutan.

Akhirnya pasangan tersebut bergerak dalam ritme yang cepat. Berpadu dengan indah. Sampai puncak gairah itu berhasil mereka capai bersama-sama,  tersengal-sengal dan terpuaskan.

Lama mereka bertahan dalam rangkulan posesif satu sama lain. Sang pria, yang memegang kendali, tidak mau menggeser posisi tubuhnya yang berotot dari atas tubuh wanitanya. Dia terus mendaratkan kecupan-kecupan ringan di leher dan bahu sang wanita sambil sesekali mencecapnya.

Bagikan :