Tawa kecil sang wanita menjadi pemecah suasana magis yang sempat tercipta di antara mereka.

“Berat, Matt.” Wanita itu menggeliatkan tubuhnya sambil mendorong dada Matt  menjauh.

“Hmm…,” jawab Matt malas. Dia kembali merapatkan dadanya ke tubuh si wanita.

“Hampir pagi, nanti terlihat oleh karyawanmu yang datang,” rengeknya memprotes.

“Sebentar lagi,  Claire, aku masih terbius,” bisik Matt serak.

Bibir Matt kembali bergerilya. Claire terkikik geli saat merasakan ujung lidah Matt memainkan daun telinganya bersamaan dengan hembusan napas dari bibir Matt.

“Pokoknya kau harus bangun.” Claire memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, menghindari wajah Matt yang berusaha mencuri ciuman dari bibirnya.

“Aku sudah bangun, Claire sayangku,” gumam Matt penuh arti. Diraihnya tangan Claire menuju bagian tubuh yang dimaksudnya tadi.

Claire terpekik pelan. “Kau bercanda kan, Matt?”

Matt membelai rambut coklat panjang Claire yang tergerai berantakan di sekitar bahu mulusnya sambil memandang bibir Claire yang bengkak. “Aku menginginkanmu lagi. Sekarang.”

Bagikan :