Pagi itu mereka kembali mengulang pergulatan penuh gairah. Bergerak tanpa lelah seakan-akan belum pernah melakukannya sebelumnya. Mencecap kedahsyatan asmara bersama-sama sekali lagi. Dan lagi.

***

Matt tak habis pikir. Dia mengernyitkan keningnya bingung. Baru saja ditinggal sebentar ke kamar mandi tapi Claire sudah menghilang secepat kilat tanpa meninggalkan jejak percintaan mereka sedikitpun. Seperti one night stand saja. Bahkan pakaiannya pun tidak ada yang ketinggalan sehelaipun. Seketika kesunyian di ruangan terasa sangat menusuk bagi Matt.

Seperti yang tertulis dalam agendanya, Matt memiliki janji temu dengan Fiona siang ini, desainer sekaligus wakil andalannya di perusahaan. Tidak ada waktu yang bisa dibuangnya untuk memikirkan kemana perginya Claire, satu-satunya info yang bisa didapatnya hanyalah nama wanita itu.

Matt buru-buru membuka tirai korden jendela dan merapikan karpet butiknya. Butik yang terletak di area pertokoan kawasan elite kota ini bukanlah satu-satunya butik yang dimilikinya. Masih ada beberapa cabang lagi yang tersebar di beberapa mall pusat kota dan sekitarnya. Matt berhasil membuat butiknya menjadi butik terbesar dan tereksklusif di kota metropolitan.

Selain butik, Matt juga memiliki bisnis kafe dan rumah produksi, jenis usaha yang membuatnya familiar di dunia model selebritis. Kesempatan

Bagikan :