Di dalam etalase butik yang bertuliskan DESIREE. Sebuah butik yang mewah dan indah untuk para pelanggan eksklusif. Tua dan muda. Penggila fashion yang tidak sayang menghabiskan uangnya maupun mereka yang sekedar menambah koleksi pakaiannya.

Posisiku yang berada di tengah-tengah membuatku mendapat lebih banyak lirikan orang-orang yang lewat daripada kedua manekin yang berada di sebelah kiri dan kananku. Menjadi pusat perhatian pengunjung. Menjadi yang tercantik.

Nuansa di dalam butik sangat elegan. Dengan permainan cahaya lampu downlight yang menyala kuning, berbagai warna dari pakaian yang digantung di berbagai sudut mampu menciptakan keindahan tersendiri. Tirai-tirai emas berpadu kontras dengan karpet tebal yang mewah berwarna merah di seluruh lantai ruangan.

Ah, pegal sekali terus-terusan mengangkat lengan dengan gaya seperti patung. Saat aku bergerak menurunkan kedua lengan, aku merasakan tali gaun yang tersampir di bahu kananku. Gaun sutra yang membungkus tubuhku ini pastilah sangat mahal, bahannya sangat ringan dan halus, menempel dengan pas dan indah di tubuhku.

Kadang-kadang, aku merasa beruntung dijadikan manekin kesayangan oleh para pegawai butik. Aku merasa beruntung menjadi pajangan etalase di butik semewah ini.

“Wah, cantiknya!” seru seorang pengunjung butik.

“Ada yang bisa saya bantu, Bu?” tanya Lily mendekati pengunjung tersebut.

Bagikan :