Namun sayangnya, apa yang ia harapkan tak sesuai dengan kenyataan. Tiba-tiba Mandy—kekasih Christian—segera merebut cokelat tersebut dan membuangnya begitu saja ke dalam tong sampah.

Ia hanya dapat mendengus ketika pemandangan indah yang sedang ditatapnya kini berubah menjadi pemandangan suram. Gadis bernama Mandy yang notabene—kekasih Christian itu—menghalangi pemandangannya. Sharon menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia segera masuk ke dalam kamarnya seraya membanting pintu cukup keras.

Sharon merenung cukup lama. Ia hanya dapat memandangi pria itu, ia tak dapat memilikinya. Oh ayolah … ia cukup sadar diri dengan sosoknya. Kemudian ia bangkit melangkah mendekati cermin. Ia menatap sosok bayangan dirinya di sana.

Ia tidak terlalu buruk … benarkah?

Sharon menggigit bibir bawahnya. Sosok gadis dengan kuncir kuda, mata cokelat –berkacamata- tampak menatap bayangan dirinya sendiri di cermin. Gadis itu tampak sangat kuno dengan sweater cokelat tua kebesaran di tubuhnya. Sama sekali tak menarik!

Lalu sebuah ketukan di pintu kamarnya membuat ia segera menjauh. Sharon membuka pintu kamarnya dengan cepat. Ia tak menginginkan orang lain menunggu.

“Mrs.Huggens!” serunya ketika melihat sesosok wanita separuh baya-pemilik asrama-tampak mematung di hadapannya.

Bagikan :