“Cukup lama bagiku untuk menunggu!” Mrs.Huggens berdeham tak nyaman.

Sharon hanya tertunduk. Lalu pandangannya teralihkan pada sesosok gadis cantik di samping Mrs. Huggens. Ia mengernyit heran. Siapa dia?

Gadis itu tampak sangat cantik dengan mata hijau beningnya, bulu mata lentik yang menghiasi kelopak matanya, bibir merah tipisnya. Namun gadis itu memiliki tinggi yang err.. menurut Sharon terlalu tinggi bagi ukuran seorang gadis muda.

 “Sharon, kenalkan ini Verline.” Ujar Mrs. Huggens.

Sharon tergagap dan berhenti memperhatikan gadis itu. Ia mencoba menyunggingkan senyum terhangatnya pada Verline, namun gadis itu hanya membalasnya dengan tatapan biasa. Sharon meringis.

“Nah…. Sharon mulai saat ini Verline akan menjadi teman satu kamarmu.”

“Teman satu kamar?!” Sharon mencicit.

“Ya, teman satu kamar!” Mrs. Huggens menegaskan, “Apa kau keberatan?!”

Sharon segera menggeleng dengan cepat ketika mendapat tatapan tajam dari Mrs. Huggens.

“Bagus kalau begitu. Sekarang ajaklah dia masuk!” Mrs.Huggens mengalihkan pandangannya pada Verline.

Bagikan :