Sharon mendengus. Ia lebih memilih untuk mengalah dan terlelap begitu saja di atas ranjangnya.

***

Keesokan harinya ..

Sharon terbangun lebih siang dari biasanya. Seakan tersadar dengan waktu, ia berlari dengan tergesa menuju kamar mandi.

Ia tidak boleh telat hari ini!

Dengan kecepatan kilat, Sharon membilas tubuhnya di atas guyuran air shower. Setelah selesai, ia segera melangkah keluar dengan handuk yang melilit di tubuh. Verline yang tengah memasukkan bukunya ke dalam tas, seketika menoleh. Ia menatap Sharon tanpa berkedip ketika gadis itu menanggalkan handuknya tanpa malu. Verline membanting bukunya ke atas meja. Membuat Sharon berjingkat karena kaget.

“Ada apa, Verline?”

Verline mendengus, “Lain kali, jika kau akan memakai pakaianmu. Pakailah di dalam kamar mandi saja!”

Sharon mengernyit heran, memangnya kenapa? Mereka sama-sama perempuan bukan?

“Apa yang salah? Lagipula kita sama-sama perempuan, bukan?”

“Tubuhmu mengganggu penglihatanku!” gadis itu segera bangkit, “Aku sangat tidak menyukainya! Dan yah … cepatlah kenakan

Bagikan :