Verline menatap para siswa lain dengan tatapan datar. Ia mulai memperkenalkan dirinya di depan kelas. Mereka-para siswa pria-tampak bersiul dan bersorak. Verline bagaikan dewi kecantikan bagi mereka. Gadis itu memanjakan pandangan mereka.

“Baiklah Verline, kau duduk dengan Christian. Christ, kau tak keberatan ‘kan Verline duduk bersamamu?” ujar Mrs. Katerina.

“Tentu saja tidak, Madame!” Christian menjawab dengan bersemangat.

Sharon semakin lesu. Ia tau hal ini akan terjadi.

Selama pelajaran berlangsung, ia sama sekali tidak fokus dan terus melirik ke arah Verline dan Christian. Hingga bisikan Paula membuatnya menoleh.

“Dia murid baru yang benar-benar cantik!” puji Paula seraya memandang Verline.

“Kau benar ..” Sharon mendesah.

“Hei, kau kenapa?”

Sharon menggeleng, “Hanya sedikit lesu, mungkin aku kurang tidur.”

“Kau sangat beruntung satu kamar dengannya!”

“Mungkin ..” kali ini Sharon bergumam dengan lemah.

Bagikan :